Manusia yang Paling Utama


Allah SWT berfirman:

“Hanya kepadaMu-lah aku menyembah” (Al-Fatihah: 5)

Tingkatan: “Hanya kepadaMu-lah aku menyembah” bagi mereka adalah peribadatan yang paling utama, paling bermanfaat dan paling berhak untuk didahulukan dan dikhususkan.

Al-Hamad lillah Rabul Alamin

  • Ibadah yang paling utama adalah amalan untuk mencari keridhaan Allah di setiap waktu sesuain dengan waktu tersebut dan kondisinya. Ibadah paling utama saat berjihad adalah berjihad itu sendiri, meski harus meninggalkan beberapa amalan yang hukumnya sunnah.
  • Ibadah yang paling utama pada waktu kedatangan tamu adalah menunaikan hak tamu dan melayaninya meski dengan meninggalkan sesuatu yang disenanginya. Demikian pula dalam hubungan suami istri dan hubungan dengan keluarga.
  • Ibadah yang paling utama saat-saat terakhir pada malam hari adalah sibuk dengan shalat, membaca Al-Qur’an, berdoa, dzikir dan istighfar.
  • Ibadah yang paling utama saat menuntut ilmu dan mengajari orang yang tidak mengerti adalah menerima pelajaran dan sibuk dengan pelajaran.
  • Ibadah yang paling utama  pada saat adzan adalah meninggalkan semua yang sedang dikerjakan dan mulai menjawab panggilan adzan tersebut.
  • Ibadah yang paling utama saat shalat lima waktu adalah bersungguh-sungguh dalam melaksanakannya hingga sesempurna mungkin dan bersegera melakukannya pada awal waktunya dengan berangkat ke masjid, meski jaraknya jauh, itu lebih afdhal.
  • Ibadah yang paling utama saat orang sangat membutuhkan pertolongan baik dengan tenaga atau harta adalah menolongnya dan mendahulukan kebutuhannya atas apa yang kita sukai.
  • Ibadah yang paling utama saat membaca Al Qur’an adalah mengonsentrasikan hati dan bersungguh-sungguh dalam mempelajarinya hingga seakan-akan Allah berbincang langsung denganmu. Konsentrasi untuk mempelajarinya dan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan perintah yang ada di dalamnya lebih agung dibandingkan dengan konsentrasi saat mendapat surat dari raja.
  • Ibadah yang paling utama saat melaksanakan wuquf di Arafah adalah bersungguh-sungguh dalam do’a dan dzikir kecuali puasa yang dapat melemahkan aktivitas tersebut.
  • Ibadah yang paling utama pada saat sepuluh hari bulan Dzulhijjah adalah memperbanyak ibadah, khususnya takbir, tahlil, dan tahmid. Ini lebih utama dibandingkan dengan jihad yang tidak diwajibkan secara langsung kepada seseorang.
  • Ibadah yang paling utama saat sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan adalah berdiam di Masjid dan i’tikaf di dalamnya dengan meninggalkan segala kesibukan dengan manusia lain. Bahkan lebih utama dibandingkan dengan mengajarkan ilmu dan Al-Qur’an kepada manusia menurut sebagian ‘ulama.
  • Ibadah yang paling utama saat saudaramu sesama muslim sedang sakit atau meninggal adalah mengunjunginya, mengurus jenazahnya, mendahuukannya daripada segala kesukaanmu.
  • Ibadah yang paling utama saat kena musibah atau mendapat gangguan dari manusia adalah bersabar dan tidak menjauh dari mereka. Seorang mukmin yang bergaul dengan manusia dan bersabar atas gangguan mereka lebih baik daripada mukmin yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak bersabar menghadapi gangguan mereka.Yang paling utama adalah menggauli mereka dalam kebajikan, dan yang demikian ini lebih baik daripada meninggalkan mereka dalam kebajikan. Meninggalkan mereka dalam kejahatan lebih baik daripada menggauli mereka dalam kejahatan. Namun apabila dipastikan apabila menggauli mereka dalam kejahatan bisa menghilangkan kejahatan mereka atau meredamnya, maka mengauli nya dalam kejahatan lebih baik daripada meninggalkannya.
  • Ibadah yang paling utama setiap waktu dan kondisi adalah mengutamakan keridhaan Allah saat itu serta melaksanakan kewajiban yang berkenaan dengan waktu dan kondisi tersebut.

Mereka itulah ahli ibadah secara mutlak. Mereka adalah penyembah Allah yang paling utama. Wallahu a’lam.

[disadur dari Kitab Madaarijus Saalikiin]

13 thoughts on “Manusia yang Paling Utama

  1. …speechless sejenak…

    Artikel ini penyemangat sekaligus korektor… mengingatkan saya pada sepenggal tulisan Mas Salim:
    “ahh.. surga, rasanya masih jauh, sangat jauh..”

    Jazakallahu khayraa, mas kresna!^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s