ILMU versus HARTA


bismillah…

wp-money.jpg vs al-quran.jpg

sejenak marilah kita menengok dan melirik ilmu dan harta. Sesungguhnya banyak sekali yang perlu kita ketahui akan keutamaan ilmu daripada harta.. marilah kita lihat…

  1. Ilmu itu adalah warisan dari para Nabi, sementara harta adalah warisan dari para Raja dan Hartawan
  2. Ilmu itu bisa menjaga pemiliknya, sementara pemilik harta harus menjaga hartanya
  3. Harta berkurang jika dinafkahkan, sementara ilmu akan semakin bertambah bila diberikan
  4. Orang yang mempunyai harta akan meninggalkannya apabila ia meninggal, sementara ilmu akan masuk ke dalam kubur bersama pemiliknya
  5. Ilmu adalah penentu harta sedangkan harta tidak bisa menentukan ilmu
  6. Harta bisa didapat oleh orang mukmin, kafir, orang baik maupun jahat, sementara ilmu yang bermanfaat hanya didapat oleh orang2 yang beriman
  7. Orang yang berilmudibutuhkan oleh raja2 dan yang dibawahnya, sedangkan hartawan dibutuhkan orang2 fakir
  8. Jiwa menjadi hidup dan mulia dengan mengumpulkan ilmu dan mendapatkannya, bahkan itu merupakan kemuliaan jiwa dan kesempurnaanya. Sementara harta membersihkan jiwa dan tidak menyempurnakannya serta tidak menambahkan sifat2 kesempurnaan. Bahkan jiwa bisa berkurang, kikir dan bakhil karena mengumpulkan harta dan tamak terhadapnya. Ketamakan terhadap ilmu merupakan kesempurnaan jiwa sementara ketamakan terhadap harta merupakan kekurangan jiwa.
  9. Harta mengajak jiwa kepada kelalaian dan kesesatan serta kesombonga, smentara ilmu mengajak jiwa kepada tawadhu’ dan ibadah.
  10. Ilmu merupakan motifator yang mengajak kepada kebahagiaan jiwa yang diciptakan untuknya, sementara harta merupakan penghalang antara jiwa dan kebahagiaanya.
  11. Kaya ilmu lebih mulia daripada kaya harta. Jiwa bisa lebih kaya dari seluruh manusia tanpa harta. Kekayaan tertinggi adalah dengan tidak butuh sesuatu, bukan dengan harta.
  12. Harta memperbudak orang yang mencintainya dan pemiliknya hingga menjadikan mereka sebagai budaknya, sebagamana sabda Rasulullah SAW : “Hancurlah hamba dinar dan hamba dirham” . Sementara ilmu menjadikanpemiliknya sebagai hamba Rabbnya dan Penciptanya, karena ilmu tidak mengajak selain kepada peribadatan kepada Allah SWT semata.
  13. Nilai orang kaya tergantung kekayaannya, sementara nilai orang berilmu dari ilmunya. Orang yang berilmu tidak akan kehilangan nilainya, bahkan akan semakin bertambah.
  14. Mencintai ilmu dan senantiasa mencarinya adalah dasar setiap ketaatan, sementara mencintai dunia dan harta dan senantiasa mencarinya adalah pangkal segala keburukan.
  15. Bentuk harta bersifat materi, sementara bentuk ilmu bersifat rohani
  16. Bila seorang berilmu disodorkan kepadanya seluruh kekayaan dunia, niscaya ia tidak mau menjadikannya sebagai pengganti ilmunya, sementara orang kaya yang berakal, bila mendapati kemuliaan ilmu, keutamannya dan kesempurnaanya karena ilmu, niscaya ia ingin mendapat ilmu sebagai pengganti seluruh hartanya.
  17. Tidak seorangpun yang taat kepada Allah kecuali dengan ilmu, sementara kebanyakan orang ynag berbuat kemaksiatan kepadaNya, dilakukannya dengan menggunakan harta.
  18. Orang berilmu mengajak manusia kepada Allah dengan ilmunya dan perangainya, sementara orang yang mengumpulkan harta mengajak menusia kepada masalah duniawi dengan perangainya dan hartanya.
  19. Kekayaan hartakadang bisa menjadi penyebab kehancuran pemiliknya, sebgaimana yang telah terjadi, sementara kekayaan ilmu merupakan sebab kehidupan bagi pemiliknya dan orang lain. Apabila manusia melihat orang yang mengalah dan mendahulukan orang lain, niscaya mereka akan mencintainya dan memuliakannya.
  20. Kenikmatan yang berasal dari kekayaan harta adalah kenikmatan semu atau kenikmatan hewani, karena pemiliknya hanya menikmatinya dengan mengumpulkannya dan mendapatkannya, dan itu adalah kenikmatan yang semu. Sedangkan kenikmatan berilmu adalah kenikmatan akal dan rohani, menyerupai kenikmatan malaikat dan kebahagiaanya.

disadur dari kitab Miftaahu Daaris Sa’aadah

2 thoughts on “ILMU versus HARTA

  1. The power of Giving juga mengajarkan demikian.
    semakin banyak kita memberi, maka kita akan semakin banyak menerima.
    Entah itu harga atau ilmu yang kita miliki.
    Salam

    ardi

  2. bismillah…
    semoga bermanfaat.
    “Ilmu itu jika ditegakkan sebelum ucapan dan amal, maka akan diberkahi pelakunya biarpun perkaranya itu kecil. Adapun jika ucapan dan amal didahulukan sebelum ilmu dan bisa jadi perkaranya itu sebesar gunung, namun itu semua tidaklah di atas jalan keselamatan…Dan sungguh! Amalan yang sebesar dzarah (setitik) namun didasari ilmu, maka ini lebih besar nilainya daripada amalan laksana gunung tanpa ilmu. Dan Bahwasanya ilmu itu tujuan puncak yang terpenting dan harus diutamakan dari segala sesuatu. Khususnya ilmu yang dapat memperbaiki ibadah, meluruskan aqidah, memperbaiki hati, dan yang bisa menjadikan seseorang itu mudah dalam kehidupannya untuk meniti jalan di atas bukti nyata yang mencocoki Sunnah Rasul, bukan hidup di atas kebodohan.” (Syarh Kitab Tsalatsatul Ushul: 11-12)

    Rmie 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s