Hujan…


di suatu fajar yang kelam… rintik diskrit itu membasahi daun yang telah layu, hujan bertaburan bagai cahaya ungu, sejenak ku memandang langit itu… GELAP! Burung-burung mencoba menerpa melawan dinginnya pagi dan sang ayampun malas meneriaki aku… awal hari ini telah tiba tapi tubuh terasa lunglai untuk berdiri…

Hai pagi! apakah kau dengar aku…? aku rasa tidak… -.-” dulu, aku selalu diajarkan untuk selalu bersemangat ketika sang fajar datang… aku selalu diajarkan bagaimana bisa selalu berfikir positif… menemukan ide2 baru bagaikan sang mentari yang selalu tersenyum tiap kali menyapaku di pagi hari…

Kini aku harus bisa mandiri, yah aku juga sudah bisa mandi sendiri… tapi tentunya bukan itu yang dimaksud oleh orang yang mendidiku dari kecil… aku harus bisa menjadi orang yang tangguh dan kuat dalam berbagai hal….

Yaa Allah… bantulah aku untuk menjalani tiap liku hidup ini… tiap liku dari dunia yang melalaikan ini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s