The Power of Tea


Teh berlimpah manfaat sehat

Teh kaya akan antioksidan dalam bentuk polifenol dan flavonoid. Kandungan polifenol dalam teh jumlahnya 10 kali lipat dibandingkan polifenol dalam buah dan sayuran. Polifenol utama dalam teh adalah katekin yang dapat mengurangi jumlah dan menghambat pertumbuhan sel kanker.

Teh hijau dan teh putih mengandung katekin dalam jumlah tinggi, bahkan teh putih dipercaya memiliki kemampuan antioksidan yang lebih baik dibandingkan dengan teh hijau. Sedangkan teh hitam mengandung lebih sedikit katekin karena banyak katekin yang hilang dalam proses oksidasi. Ephigallocatechin gallate (EGCG) adalah salah satu jenis katekin dalam teh hijau yang dapat membantu melawan beberapa jenis kanker seperti kanker paru-paru, prostat, dan payudara. Tiga cangkir teh hitam setiap hari dipercaya dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung, menurunkan kadar LDL (kolesterol jahat) hipertensi dan stroke. Ini dapat terjadi karena peranan flavonoid quercetin, kaempferol dan myricetin yang dapat mencegah kerusakan pembuluh darah akibat oksidasi kolesterol.

Selain itu menurut Richard Anderson, ahli biokimia dari USDA Beltsville Human Nutrition Research Center, Maryland, minum teh hitam, hijau, dam oolong bermanfaat bagi penderita diabetes karena dapat meningkatkan aktivitas insulin sampai 15 kali. Diduga ini ada hubungannya dengan kandungan EGCG dalam teh.

Teh mengandung fluoride yang bermanfaat bagi kesehatan gigi. Berdasarkan penelitian di Tokyo Dental College, fluoride memiliki kemampuan membunuh bakteri Streptococcus mutan penyebab kerusakan gigi sehingga membantu mengontrol bau mulut dan pembentukan plak gigi

Teh juga mengandung asam amino L-theanine yang terbukti dapat memperkuat sistem imunitas tubuh melawan infeksi dan meningkatkan gelombang alfa dalam otak yang berhubungan dengan kondisi relaksasi. Konsumsi teh hitam juga dapat mempengaruhi kadar hormon stres dalam tubuh yang membantu mengatasi kondisi stres dengan cepat. Penelitian menunjukkan bahwa 50 menit setelah terjadi stres, orang yang minum 4 gelas teh hitam sehari selama 4 4minggu mengalami penurunan kadar hormon kortisol penyebab stres sebanyak 47%.

Teh juga bermanfaat mencegah kerusakan otak akibat proses penuaan. Lansia di Jepang yang mengonsumsi 2 gelas atau lebih teh hijau setiap hari, mengalami penurunan risiko kerusakan otak sebanyak 50% dibandingkan lansia yang mengonsumsi kurang dari 2 gelas teh hijau sehari. Ini disebabkan oleh kandungan EGCG dalam teh hijau.

Hasil penelitian terbaru yang dilakukan di Tokyo University, Jepang, menyatakan bahwa EGCG dalam teh hijau dapat membantu meningkatkan sistem imunitas yang mencegah HIV/AIDS. Ini didukung oleh penelitian uang dilakukan oleh Profesor Mike Williamson dari University of Sheffield, bahwa minum teh hijau dapat menurunkan risiko terkena virus HIV sekaligus menghambat penyebaran virus HIV.

Oleh: Anjelita Noverina, Nirmala 24-25 Nov 07’

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s