Datang dari keterasingan, dan akan kembali pula dalam keterasingan…


Hati ini terketuk untuk bersua, bagaimana tidak? Ironis. Miris. Kini dipandang sebelah mata. Tanpa mau mendengar alasannya. Tanpa mau melihat realita. Acuh. Tak mau peduli. Menuduh dan meng-iyakan semua fitnah yang terjadi. Alasan, realita, dan jawaban serta pengertian seharusnya bisa kita dengarkan bersama, kita renungkan, kita pahami demi pemahaman yang benar dan jelas akan agama ini.

Saudaraku, bukan maksud diri ingin membela diri, bukan maksud hati ingin mempengaruhi, bukan maksud hati ingin memprovokasi. Namun sekali lagi, lihatlah dan pahamilah, bukalah pintu hati yang selama ini tertutup rapi, lapangkanlah dadamu, dan rasakanlah…

Saudaraku, tahukah kamu?

    Mengapa jika seorang biarawati yang dirinya tertutup dari kepala hingga ujung jari kaki ia begitu dihormati karena membaktikan dirinya untuk Tuhan, namun tatkala seorang muslimah melakukannya ia dicap “tertindas”?

    Kita lihat orang yahudi dan nashara di luar sana memelihara janggutnya (jenggot) dan ia dipandang sedang melaksanakan kepercayaannya, namun ketika seorang muslim melakukannya ia justru dicap sebagai seorang “ekstremis”?

    Ketika seorang yahudi maupun nashara membunuh seseorang, agama tidak pernah disebut-sebut, namun ketika seorang muslim melakukannya, seolah-olah islamlah yang diadili?

    Jika seorang wanita barat tinggal di rumah dan merawat rumah beserta anak-anaknya, ia dianggap tengah berkorban dan berbuat baik untuk rumah tangganya, tetapi jika seorang perempuan Muslim melaksanakannya ia dianggap “perlu dimerdekakan”.

    Kita lihat di luar sana orang yahudi dan nashara mengenakan pakaian ibadah mereka kita anggap hal itu biasa, namun ketika seorang muslim mengenakan pakaian ibadah (gamis) mereka justru dipandang sebagai “teroris”?

Mengapa ini bisa terjadi? Mengapa saudaraku? Islam datang dari keterasingan dan akan kembali pula ke dalam keterasingan, inikah waktunya? Saudaraku, jangan pernah sekalipun kita memukul rata orang2 yang berjanggut maupun berbaju gamis sebagai teroris, jangan pernah sekalipun kita memukul rata semua itu sebagai ekstremis. Apakah semua ini karena adanya si fulan yang mem-bom bumi kita yang kebetulan memakai gamis dan berjanggut lalu seolah2 semua orang yang berjanggut dan bergamis turut serta sebagai teroris? Maka akan aku jawab dengan lantang TIDAK!


Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.”

[QS Ali Imran 19]

34 thoughts on “Datang dari keterasingan, dan akan kembali pula dalam keterasingan…

  1. Salam
    I am Esfandiar Khodaee from Iran director of Midpress “an international group blog for Middle East Muslim nations”
    I invite you to join us as a member of our Midpress group and to be an author for Midpress blog.
    So we need your Email which is your WordPress account. We will add you to midpress as soon as we receive your WordPress account Email.
    I look forward for closer relationship and cooperation
    Thank you

  2. Hmmm rasanya ketertindasan yang seperti apa…? Dari apa…?
    Aku justru melihat selama ini orang merasa jauh lebih appreciate thd wanita berjilbab lho….!

    Entahlah, mungkin di tempat yg laen yaaa..!

  3. Ya Allah….jadi inget perasaan ini yg begitu tergerogoti tatkala kejadian yg buat ana akhirnya nulis ttg Belajar Pakai Si “indah”.

    S.A.K.I.T ….😦

    Semoga Allah mudahkan Qt tuk menjadi hamba yg sesuai dg apa yg diinginkan-Nya

  4. yah begitulah agama Islam, slalu dipandang sebelah mata terutama oleh kaum barat sehingga seringkali mendapat perlakuan yang tidak adil.

    semoga kita semua slalu berada di jalan yang benar.amin….

  5. yah betul mas wahyu.. diskriminasi memang selalu ada.. dan itu adalah ujian.. insyaAllah ada pahala yang akan membalasnya.

    tp gimana ya.. kadang aku jg sedih.. klo liat disini, yg sering nyelonong nyebrang pas lampu merah pasti ibu2 muslimah dari negara afrika dengan hijabnya yang lebar2.. atau yg sering nahan2 pintu otomatis bis karena nunggu temennya blm masuk (padahal bis sudah harusnya jalan) kok ya ibu2 muslimah imigran afrika juga.. ketidakdisiplinan jadi identik dengan mereka.

    aku jadi njengah sendiri gitu lho.. duh pingin rasanya aku membuktikan ke orang2 bahwa orang islam itu TIDAK SELALU seperti itu.. apa daya, aku sendiri juga masih penuh kekurangan…

    hiks, jadi sedih.

    aku sering lho diskusi ini sama suamiku.

  6. jangan berkecil hati, islam itu luas, bukan sempit agama,
    kalau ada yang berpemikiran demikian, sah-sah saja…
    toh, bukan manusia yang harus memaksakan kehendaknya untuk merubahnya,
    kita lihat saja nantinya sipa yang paling benar ucapan dan prasangkanya…

  7. segala tindakan dan keinginan seseorang bukankah sebuah pertanggunganjawabannya sendiri? iyakan? jadi…….biarkanlah seseorang memilih keinginannya masing masing. Hebat kamu! Met lebaran,ya. salam hangat selalu

  8. @syifaaulia😀

    @Muda
    ada2 aja…🙂

    @lorna.ir
    waalaikumsalam warohmatullah wabarakatuh…,
    -check your e-mail-
    thank you,

    @bayu
    taqabbal ya kariem., berat.

    @ammadis
    senang ya, kondisi di sekeliling Mas Ammadis sudah kondusif, mungkin lain hal juga disini…😀

    @sarah
    amiiin.😀

    @Mahfudzoh
    Amin ya ukhti. Insya Allah, biidznillah Ia akan membantu setiap jejak langkah kita. Amin.

    @Aliefte
    InsyaAllah Amin., Taqabbal Ya Kariem😀

    @Indah Refti
    setuju dengan pernyataanmu *ngangguk-ngangguk*

    @mz.anggie
    amin.

    @Riana
    pertama: Panggil saya Kresna saja ya..😀
    kedua: Memang susah Bu, terkadang satu kesalahan kecil anak manusia selalu dinisbatkan kepada Islam, mungkin saya perlu info yang lebih banyak tentang kehidupan muslim di Sweden, next time ya😀

    @mikenoko
    setubu Pak!😀

    @Rindu
    betul Jeng Rindu…😀

    @adi isa
    terimakasih atas nasehatnya Mas Adi., betul juga, terimakasih😀

    @bluethunder
    betul, betul. Taqabbalallah minna wa minkum…😀

  9. pola pikir masyarakat yg blom bs menerima “orang2 berjanggut dan bergamis” mungkin krn itu mereka jadi bersikap diskrimanasi..ya gak si??
    islam agama universal..cinta damai..dan indah..
    “Datang dari keterasingan, dan akan kembali pula dalam keterasingan”
    sedih ngebaca kata2 ini..
    maap lahir batin ya..🙂

  10. @denok
    sama2 ya mbak denok… kalau saya punya banyak salah mohon dimaafkan…

    @wenny
    sip. smua tergantung niat juga. hanya sebuah luapan hati saja kok mbak😀

    @emo
    nggih mbak… sami2…😀

    @cena
    hahaha… sip dah.

    @adek dalila
    yup its not easy..

    @aya
    memang begitu adanya…😀

  11. kita sebagai umat mukmin musti bersabar melihat realita yg ada…
    tetap semangat untuk menegakkan Al_Qur’an dan sunnah Rasul apapun yg terjadi, insyaAllah….

    mungkin pernah ku katakan…. mereka tidak paham, mereka belum mengerti… kita doakan saja agar mereka segera mendapat hidayah-Nya…

  12. @pmb bandung
    salam kenal juga… terimakasih sudah mau mampir…😀

    @ezka
    SIP.😀

    @hanggadamai
    betul, sip. Mohon maaf juga ya…😀

  13. iya betul banget…🙂 ,
    Tapi aku ingin bertanya bagaiman dengan trauma seseorang yang tanpa disadarinya dia masih merasa takut akan kejadian yang pernah dialaminya dulu setiap kali dia melihat sesuatu yang “mirip”… ??

  14. Yah betul yang akhi katakan….
    Dan jauh hari Rasul saw. Pun telah bersabda yang isinya adalah wasiat bagi
    Umatnya, seraya bersabda “بدأ الإسلام غريبا وسيعود كما بدأ ، فطوبى للغرباء ” Agama
    Muncul (dimulai) dalam keadaan asing, dan akan kembali sebagaimana tatkala
    Ia muncul, maka keberuntungan bagi orang2 yang terasing….
    Mudah2an Allah beri kekuatan bagi hamba2Nya yang mau bersungguh2 di jalanNya….amien
    walhamdulillah

  15. Dari Yunus bin Ubaid ia berkata :
    “Seorang yang disampaikan kepadanya As Sunnah kemudian menerimanya akhirnya menjadi orang yang asing namun lebih asing lagi adalah yang menyampaikannya. (Beruntunglah orang-orang yang asing, pent.).” (Al Lalikai 1/58 nomor 21 dan Al Hilyah Abu Nu’aim 3/12)

    semoga ALLAH ‘azza wa jalla menetapkan segenap kaum muslimin di atas agamaNya.

  16. tapi kok bisa sepaham ya berjenggot2 dan bergamis2 dengan si pem bom,oiya abu jahal juga bergamis lho….gamis budaya islam apa budaya arab sih….nusantara ini jangan di bikin kearab2an lah…kita punya budaya sendiri kok yg harus di lestarikan…..

  17. Kita perlu menelaah sunnah-sunnah yang selama ini beradar di masyarakat Islam dan sudah diyakini sebagai sesuatu yang hak karena diriwayatkan dengan sanad hadits yang oleh sebahagian besar ulama hadits sebagai hadits “sahih”, namun setelah ditelaah isi atau redaksi hadits tersebut banyak yang tidak sejalan dengan Al-Qur’an.

    Mengapa harus Al-Qur’an sebagai standarisasi…?

    QS. 2 (Al-Baqarah): 185:”bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)”.
    QS. 2 (Al-baqarah): 2 : “Kitab (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa,”

    Kenapa Rasulullah harus dibersihkan dari segala fitnah yang bertentangan dengan Al-Quran Al-qur’an adalah prilaku Rasulullah SAWW, karena segala ucapan, perbuatan dan diamnya Rasulullah SAWW adalah wahyu sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah.

    QS. 53 (An-Najm): 3 – 4
    Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya.Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).

    Orang yang ta’at kepada Allah berarti taat kepada rasul-Nya, karena orang yang taat kepada Rasulullah SAW berarti pula taat kepada Allah Ta’ala. Allah Ta’ala menegaskan hal tersebut dengan Firman-Nya:

    “Barangsiapa mentaati Rasul, sesungguhnya ia telah mentaati Allah” (QS. an-Nisa’ ayat 80). Berarti pula: orang cintai kepada Allah berarti pasti cintai kapada Rasul-Nya. Oleh karenanya, tanda kesempurnaan iman adalah kesempurnaan cinta kepada Rasul SAW.

    apakah kita menjadi ingkar Hadist??, tentu saja TIDAK, kita perlu mengikuti hadist2 yang disampaikan Rasulullah sebagai Rujukan sesudah Al-Quran, namun tentunya harus senafas dengan AL-Quran (TIdak kebalik, Al-quran ngikutin hadist)

    “Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)”. (QS An-Najm/53: 3-4)

    Maka Dapat Dipahami Bahwa :
    1. Apa Yang Diucap Dan Diperbuat Olah Rasulullah Senantiasa Berdasarkan Wahyu, Bukan Mengikuti Nafsu Sehingga Rasulullah Terjaga Dari Kesalahan (Ma’shum)
    2. Rasulullah Adalah Al Quran Yang Hidup
    3. Rasulullah Adalah Yang Paling Memahami Al-Quran
    4. Ucapan Dan Perbuatan Rasulullah Adalah Kebenaran
    5. Semestinya Hadist Yang Diriwayatkan Oleh Para Perawi Tidak Ada Pertentangan Dengan Alquran.

    jadi jika ada Hadist/ijma/Qiyas yang bertentangan dengan Al-quran,sanadnya katanya shahih, bagaimanakah kita bersikap??
    pilih Kebenaran AL-Quran or Hadist tsb?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s