Duri Mawar yang menusuk Hati


yang pertama dan paling utama mau aku sampaikan, yang jelas, yang pasti, judul diatas gak ada sangkut2 nya sama sekali dengan artikel ini😦 , entah, aku merasa agak hiatus… pening gara2 rutinitas yang melelahkan, menyibukkan, dan menyita waktuku untuk sekedar merenung dan menapaki altar kehidupan ini, semangat2 yang menjadi kafein hidup ini pudar gara2 musim hujan yang membuat gerimis hati… Lah, semua terasa hambar, terlalui begitu saja, tak ada waktu tuk membaca buku, tapi slalu ku sempatkan sekedar beberapa jam saja. Namun terkadang ada saja yang membuat semangat dan bahagia.

Tidak hanya Mas Achoey saja yang Khilaf, manusia juga banyak khilaf, apalagi aku yang banyak khilaf. Aku lagi sedih aja, sedih aja, bukan sedih donk… ada satu cerita sebenernya, tapi aku lagi gak pengin cerita, kalo lagi melow aku cuman pengin bikin puisi jadinya… tapi aku juga gak pengin bikin puisi, aku kemarin baca puisinya ukhti Qurratuliana, bagus, jadi aku kasih aja puisi dari dia, puisi dari rusuk kiri, untuk semua kaum Adam…

Wahai Adam..,

Aku tidaklah segigih Hawa, yang berlari-lari antara Safa dan Marwah,

Bukan jua sesetia Ainul Mardhiah yang menanti kekasihnya di pintu syurga,

Aku juga bukan seorang Khadijah ataupun Fatimah Az Zahra,

Aku bukanlah Aisyah Humaira,

Apalagi Rabiatul Adawiyah yang mengabdikan sepenuh cinta pada Tuhannya…

Ketahuilah olehmu wahai Adam..,

Aku sekadar mampu cuba mencontohi bunga-bunga itu

Kembang mekar mewangi sehingga harumnya melewati pintu-pintu jannah..

Adam..,

Jangan sesekali kau mencari kecantikan Zulaikha padaku kerana aku tidak memiliki kecantikan itu,

Aku sekadar gadis biasa yang insyaAllah punya akhlak yang mampu menyejukkan mata hatimu,

Jangan sesekali juga kau mengharapkan aku seorang Balqis, wanita hartawan,

Kayaku hanya kaya budi dan santun yang tiap hari kusuburi dengan taqwa dan ikhlas,

Biar rendangnya kelak menaungi hangat ranjau kehidupanmu…

Sedarilah olehmu wahai Adam..,

Dengan iman yang saban hari diuji inilah kupelihara kelopakku,

Sehingga kelak kau memiliki aku sebagai sayap kiri perjuanganmu,

Siapapun dirimu kuyakin sepenuh yakin,

Bahawa engkaulah yang terbaik yang Allah ciptakan untukku…

Pesanku Adam..,

Jangan sesekali kau tewas dengan fitnah dunia,

Jangan sesekali kau terbuai dengan bisikan syaitan,

Bentengi hatimu dengan taqwa sepenuh taqwa,

Teguhkan imanmu meniti hari-hari di pentas ujian ini,

Dan di mana pun dirimu kini,

Aku akan sentiasa mendoakan kesejahteraanmu,

Sehingga kelak kita bersatu di bawah lembayung rahmat dan redha-Nya…

-Rusuk Kirimu-

58 thoughts on “Duri Mawar yang menusuk Hati

  1. untuk ukhti Qurratuliana, jazakillah katsiron.
    saya benar2 merasa sadar, bahwa saya masih jauh sekali… saya masih banyak khilaf, masih banyak yang harus dibenahi…

  2. bubu…semangad!!!! jangan mau dibuai manja sama kepeninganmu!!! masih banyak kewajiban2 yang harus kamu tunaikan. inget,,,, bahwa waktu yang tersedia untuk manusia tidak lebih banyak daripada kewajiban yang harus kita laksanakan…

  3. Puisinya bagus, dalem bgt 🙂

    Lg sedih mz? km sendiri kan pnah bilang di komen kalo lg banya pikiran mending cerita sama temen yang deket ma mz, mungkin itu bisa sedikit ngilangin beban pikiran..🙂
    atau naek gunung aja, skalian refreshing😛

    Kalo cari obat mumet beli paramex aja😛

    -650-

  4. @alex
    iya ayok semangat!!!

    @achoey
    terimakasih sudah datang dan menemani… T_T

    @Upik
    iya tapi aku juga lagi gak pengin ngomong…
    paramex? wah wah wah aku gak suka minum obat, anti minum obat. >.<

    @indah
    hehehe…😀

    @sarah
    boleh, aku juga lagi blank kok…

  5. Wah puisi nyang bagus sekalee😀
    betewe napa mpe hiatus? apa-apa tuh dibawa enjoy aja😀 hehehe bcanada, kadang kita memang perlu untuk merasa stress (lho?)

  6. “Tiap orang berbeda ujiannya. Andai kita melihatnya sebagai kesusahan, maka itulah yang akan terjadi. Tapi jika kita melihatnya sebagai tangga kemuliaan, maka tersenyumlah”

    Tiada kemuliaan tanpa perjuangan,,,,

    smangad pren!

  7. @ronggo😦

    @Dek dida
    TQ😀

    @Vaepink
    itu yang mbuat Mbak Qurratuliana😀

    @azbul
    iyo ki Bul, aku bingung entah kenapa… banyak kondisi yang tak sesuai hati.!

    @Fajar
    TQ. Semangat!!!

    @bayu
    lagi gak Mood aja😦

    @Indah
    yaaah… jangan ikud2 mumet… semangat juga ya…😀
    iya, mbak qurratuliana dari malay, gitu katanya…😀

    @mahfudzoh
    kalau begitu ana bisa tidak dibikinkan satu puisi biar sedikit terhibur, hehehe😀

    @apip
    Oke.

    @Menik
    Siap Bu!:mrgreen:

  8. Mawar itu bunga yang paling anggun. Indah dilihat tetapi sulit untuk didapatkan karena durinya..
    Sayangnya gampang rontok juga kalo dipetik trus dibiarkan begitu saja..
    Jadi, selamat berjuang untuk mendapatkan mawar itu dan jangan lupa untuk menyayangi kalo sudah berhasil mendapatkannya. Semangat bro..🙂

  9. assalamualaikum..
    sy ga pernah terfikir kalau bait2 bicara yang lahir dari hati itu bisa mengesan di hati teman2. itu cuma suara hati sy,seorang hawa kerdil.
    syukran akhi kresna. akhi bener2 buat sy terharu (touching). ini satu penghargaan yang cukup besar buat sy yg hina ini. uhukss!!😦
    by the way, mumet itu apa sich? sedih ya? hehehe… mumet (smoga aja sy ga silap menebak), seneng juga 1001 mcm emosi itu membuat kita sempurna wahai sahabat… hanya sja jangan sampai rasa (yg pastinya datang dari Allah) itu membuat kt berputus harap pada kasih sayang dan rahmat Allah.
    ayoh, senyum donk…😀

  10. Wahh…. kayaknya cocok sekali tuh puisi……
    Gw banget… wikikik pembelaan…
    Kalo seperti itu jadi selalu teringat ucapan Siti Hajar waktu hendak ditinggal Ibrahim di gurun pasir, wah pasti nangis lagi deh…

  11. @siwi
    Siwi, apakah dirimu bagaikan Mawar?:mrgreen:

    @Qurratuliana
    waalaikumsalam warohmatullah wabarokatuh
    Tidak, puisi yang dibuat ukhti sangat menyentuh, benar2 menyentuh (itu opini saya sebagai manusia yang penuh khilaf), kalau saya boleh bilang good poetry indeed!!

    kapan2 boleh lah saya dibuatkan puisi:mrgreen: (berharap)

    mumet= pusing = confused. sudah faham ukhti?😀

    saya sudah bisa tersenyum sekarang, jazakillah.
    kapan2 saya posting lagi cerita yang membuat saya sedih ini…😀

    @isfiya
    wehehe… boleh lah,😀

  12. @ourkami
    whahaha… berterimakasihlah sama ukhti Qurratuliana😀

    @abeayank
    apaan maksudnya? >.< but, thankyou udah ikut menghibur… sekarang sudah lebih jauh mendingan…

    @abuhuwaidah
    Abi., makasih ya… eh kok malah panggil abi? iya gak papa ya, soalnya abu huwaidah kan udah nikah, udah berkeluarga:mrgreen:
    ndak apa2 kok., cuman kebawa situasi aja…😀
    futsal? ayok!

    @Mutiatun
    copy? boleh, insyaAllah. Wah kalao sudah ada rusuk kanan yang siap mengarungi bersama mbak mutiatun, saya dikabari ya…😀

  13. Sedih…luka adalah haknya hati
    mati namanya jika tak rasai itu
    Mungkin hanya Sang Penguasa hati yang mampu menghibur diri

    Tak kurang sudah nada2 cinta IA haturkan untuk para pecinta-Nya
    Surat cinta yang disandingkan….
    Sunnah yang menentramkan….
    Sungguh, jika saja semua termanfaatkan dengan baik
    Pastilah luka terkerik

    Semoga bermanfaat tuk semuanya

  14. buat akhi wahyu kresna,
    pada desir angin kuseru namamu sahabat
    pada debu sepi kulakar wajah senyummu teman
    pada tetes embun dingin kutitip hangat ukhuwah yang kau hulur saudaraku
    dan lewat do’a kubisikkan segunung harap pada Sang Pemilik Kasih
    moga ketenangan dan kebahagiaan itu tidak akan pernah meninggalkanmu…

  15. @ariefDj
    betul2 menyentuh T_T

    @estu
    ganjil? bagian mana?

    @duniaFanie
    iya, ini bakal aku tulis, tunggu ya…😀

    @icha
    weits., yang bikin bukan aku Cha, yang bikin itu mbak Qurratuliana😀

    @mahfudzoh
    jazakillah.,katsiron😀
    Semoga Allah tidak mematikan tiap hati yang tertaut kepadaNya…

    @hmcahyo
    ada Pak., mawar tak berduri:mrgreen:

    @ana:mrgreen:
    kapan keluargamu rame Na? wekekek…:mrgreen:

  16. tapi…
    sy jadi penasaran lho.. ngapain qurratul’ain (nama pena sy di blog, sementara qurratulaini itu webaddress blog sy) itu ditukar ke qurratuliana? apa qurratul’ain itu bunyinya jelek ya? hehehee… sy kira akhi lebih selesa manggil sy qurratuliana, ya ga apa2 kok. yang penting senyum selalu ya😀

  17. astaghfirullah… afwan katsiron…
    saya salah tulis, afwan afwan afwan afwan… yang betul Qurratulaini y?
    afwan mungkin sy tak terlalu memperhatikan nama ukhti, soalnya namanya terlalu panjang… jadi melihatnya sekilas dan yang terlihat Qurratuliana.,

    Baiklah kalau gitu, saya ralat… Ok. Afwan.

  18. hehehee…. ga apa2 kok. oh ya, kapan bisa menatap puisi aslinya akhi? kadang ke’mumet’an (kesedihan.. hehehe.. sy alih bahasakan ke bahasa malay) itu juga bisa menghadirkan ide yang lebih hidup tho..😀
    puisinya dinanti ya..:-)

  19. hmm…..hehehe
    jadi teringat masa-masa muda dulu

    “hatiku jatuh bersama rintik hujan….”
    …….
    tunggulah sebentar lagi…. hanya sebentar
    hidup akan memperlihatkan wajah yang sebenarnya

    saat itu kutunggu apa yang akan kau tuliskan…

    ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s