Apakah diperbolehkan aksi (BOM) bunuh diri???


bom bunuh diriPertanyaan: Apakah diperbolehkan aksi (BOM) bunuh diri dan apakah disana ada syarat-syarat sahnya ‘amalan ini?

Jawab: Laa haula wa laa quwwata illaa billaah… mengapa (harus ) aksi bunuh diri, sedangkan Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

“… dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan tindak aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka, yang demikian itu adalah mudah bagi Allah” (An-Nisa 29- 30)

Maka tidak diperbolehkan bagi seorang untuk membunuh dirinya sendiri, bahkan hendaknya ia jaga dirinya dengan sebenar-benar penjagaan, dan tidaklah hal itu mencegahnya untuk berjihad fi sabiilillaah serta bertempur di jalan Allah

DI zaman Nabi SAW pada sebagian peperangan, ada salah seorang pemberani yang bertempur di jalan Allah, maka orang-orang pun memujinya.

Mereka mengatakan: “TIdaklah ada seorangpun yang lebih teruji (mendapat cobaan) diantara kita daripada si fulan.”

Rasulullah SAW lalu bersabda: “Dia ada di neraka” -dan itu (diucapkan, penerj.) sebelum matinya. Maka hal itu dirasa berat oleh para sahabat Radhiyallahu’anhum.

Bagaimana orang yang bertempur sedemikian ini, dan tiada membiarkan seorangpun dari kalangan kuffar melainkan ia ikuti, lalu ia bunuh, akan tetapi ia justru di neraka?! Kemudian ada salah seorang (sahabat) yang mengikutinya, menyertainya, serta membuntutinya setelah ia terluka. Pada akhirnya ia melihatnya meletakkan sarung pedangnya di atas tanah, setelah itu ia angkat mata pedangnya keatas, dan ia kepayahan, lalu ia bunuh dirinya sendiri.

Maka sahabat tadi berkata: “Sungguh telah benar Rasulullah SAW”.

Karena Rasul tidak berbicara dengan hawa nafsunya. Mengapa ia masuk ke neraka?! Karena ia membunuh dirinya dan tiada bersabar. Oleh karena itu tidak diperbolehkan bagi seseorang untuk membunuh dirinya demi kehidupan kaum muslimin. Nabi SAW di Makkah selama tiga belas tahun lamanya, beliau dan para sahabatnya disakiti dengan berbagai gangguan, akan tetapi beliau tidak memerintahkan salah seorang dari mereka untuk membunuh salah seorang dari kuffar yang menyakiti mereka. Tidak pula (memerintahkan) merusak harta kepemilikan mereka, karena yang demikian itu mengakibatkan kaum muslimin tertimpa kemudharratan yang lebih daripada yang menimpa orang-orang kafir tersebut.

Difatwakan oleh seorang ‘ulama Ahlussunnah, Asy Syaikh Shalih bin Fawzan al Fawzan. Dalam buku Jihad dan Semangat Pemuda (terjemahan).

5 thoughts on “Apakah diperbolehkan aksi (BOM) bunuh diri???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s