Ramadhan ke 7, Mengoreksi kekeliruan dalam ibadah Ramadhan kita :)


masjidil haram saat malam Mekkah Saudi Arabia from traveljournals.netAlhamdulillah, setelah sekian hari tidak posting, sekarang kembali lagi menulis:mrgreen: mengambil artikel. Kali ini, dalam kumpulan artikel bulan ramadhan, akan kresna hadirkan mengenai koreksi kekeliruan dalam ibadah ramadhan kita, yaitu Meninggalkan makan sahur.

Meninggalkan makan sahur merupakan kesalahan dan menyelisihi sunnah Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam dan menyelisihi kesepakatan para ‘ulama tentang disunnahkannya makan sahur.

Kesepakatan para ‘ulama ini dinukil oleh Ibnul Mundzir, Imam Nawawy, Ibnul Mulaqqin dan lain-lainnya. Lihat : Syarah Muslim 7/206, Al I’lam 5/188 dan Fathul Bary 4/139.

Dan dalil yang menunjukkan sunnahnya makan sahur banyak sekali diantaranya, hadits Anas bin Malik riwayat Bukhary-Muslim dimana Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda :
تَسَحَّرُوْا فَإِنَّ فِي السَّحُوْرِ بَرَكَةً

“Makan sahurlah kalian karena pada makanan sahur itu ada berkah”.

Berkah yang disebutkan dalam hadits ini adalah umum mencakup berkah dalam perkara-perkara dunia maupan perkara-perkara akhirat. Dan berkah tersebut bermacam-macam diantaranya :

– Mendapatkan pahala dengan mengikuti sunnah

– Menyelisihi orang-orang kafir dari Ahlul Kitab.

sebagaimana dalam Shohih Muslim Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda :
فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكَلَةُ السَّحُوْرِ

“Perbedaan antara puasa kami dan puasa orang-orang Ahlul Kitab adalah makan sahur”.

– Menambah kekuatan dan semangat khusunya bagi anak-anak kecil yang ingin dilatih berpuasa.

– Bisa menjadi sebab dzikir kepada Allah, berdo’a dan meminta rahmat sebab waktu sahur masih termasuk sepertiga malam terakhir yang merupakan salah satu tempat do’a yang makbul.

– Menghadirkan niatnya apabila dia lupa sebelumnya.

Lihat : Al I’lam 5/187 dan Fathul Bary 4/140

(Dikutip dari http://an-nashihah.com/index.php?mod=article&cat=Fiqh&article=62, judul asli Memperbaiki beberapa Kesalahan dalam Bulan Ramadhan)

11 thoughts on “Ramadhan ke 7, Mengoreksi kekeliruan dalam ibadah Ramadhan kita :)

  1. Assalamu’alaikum, sahabat.
    terimakasih telah ingatkan pribadi lemah ini, lewat artikel diatas.
    memang, sudah 4 hari berturut-turut ku lewatkan ibadah sunah ini. termasuk tadi malam.
    entah karena gak ada yang membangunkan, atau saya yang memang susah dibangunkan.
    tapi, karena itu pula, kulewatkan subuh berjamaah. astaghfirullahal ‘adzim.
    semoga Allah ampuni dosa-dosa manusia khilaf ini. Amin

  2. * komen pertama pake kata ‘sahabat’
    * komen kedua pake kata ‘kawan’
    * komen ketiga pake apa dong ????

    Makasih ilmunya, teman…
    Alhamdulillah dapet ilmu baru

  3. Tertunduk ku dimalam ini
    Terdiam mencoba berucap nada CINTA
    Alunan Zikir alam semesta sayup terdengar
    menyapa mesra diri lemah tiada daya
    kudengungkan dalam qolbu terdalam
    Nyanyian pengagungan dan penyembahan
    Hadirkan diri dalam CINTA membara
    Perlahan tapi pasti getar menyambut
    Bagaikan gelombang membuat diri tergetar
    Hanyut sudah dalam buaian syahdu
    Diri hilang lenyap dalam pangkuanNYA
    Terang benderang padang terawangan..
    hilang.. lenyap.. tiada keberadaan..

    dooooooooh nikmatnyaaaaaaaa..

  4. Assalaamu’alaikum

    KEPADA SAHABAT… SAMBUTLAH UCAPAN DARI SAYA. SERANGKAI KATA PENGGANTI DIRI. UNTUK MENYAMBUT HARI BAHAGIA. JARI SEPULUH DI SUSUN JUGA. AGAR KESALAHAN DIAMPUN SEMUA. TANDA IKHLAS PERSAUDARAAN INI. SELAMAT HARI RAYA AIDIL FITRI 1 SYAWAL 1430 H. MOHON MAAF ZAHIR DAN BATIN. SALAM KEMESRAAN DARI SARIKEI, SARAWAK.

  5. Kedaling rasa nu pinuh ku bangbaluh hate, urang lubarkeun, ngawengku pinuh ku nyuuh, meungpeung wanci can mustari. Taqabalallahu Minna Wa Minkum
    Wilujeng Idul Fitri 1430 H, sim kuring neda dihapunten samudaya kalepatan.
    Kuring neda dihapunten kana samudaya kalepatan, boh bilih aya cariosan anu matak ngarahetkeun kana manah, da sadayana oge mung saukur heureuy, manusa mah teu tiasa lumpat tina kalepatan jeung kakhilafan

  6. Terselip khilaf dalam candaku,
    Tergores luka dalam tawaku,
    Terbelit pilu dalam tingkahku,
    Tersinggung rasa dalam bicaraku.
    Hari kemenangan telah tiba,
    Semoga diampuni salah dan dosa.
    Mari bersama bersihkan diri,
    sucikan hati di hari Fitri.
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
    Taqoba lallahu minnaa wa minkum
    Shiyamanaa wa shiyamakum
    Minal ‘aidin wal faizin
    Mohon maaf lahir dan batin
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuullllllllllllllllll

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s