Kadangkala hal yang tercantik dan terbaik di dunia tidak bisa dilihat dan dipegang, namun ia bisa dirasakan di dalam hati


bismillah,

selalu saja bertanya mengapa, apa, dan alasan apa. Tidak! tidak!, semua itu tidaklah selalu bisa dijawab dan dijelaskan dengan kata-kata. Sesuatu yang membuat setiap orang merasa tertarik secara naluriah, intuisi. Sesuatu yang tidak bisa dikuantitatifkan atau dijelaskan dengan kata-kata. Sesuatu yang abstrak yang bisa membuat setiap orang berkata YA!

Dari Abu Musa al-Asy’ari رضي الله عنه, ia berkata : Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

المَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ

“Seseorang itu bersama orang yang ia cintai.” [Muttafaqun alaihi]

Ya, sebuah analogi dari kisah percintaan yang menarik sepasang suami istri yang membuatku menjadi faham bahwasanya tidak semuanya bisa dijelaskan dengan kata-kata.

Dalam sebuah kisah percintaan yang menarik, sepasang suami istri berjalan di tepi danau yang indah. Kemudian sang istri bertanya kepada suaminya:

Istri: ”Mengapa abang menyukaiku? Mengapa abang cinta kepadaku?”

Suami: ”Abang tidak bisa menerangkan alasannya, namun begitu abang memang menyayangi dan mencintai kamu sayang”

Istri: ”Abang tidak bisa terangkan alasannya? Bagaimana abang bisa berkata sayang dan cinta kepadaku, sedangkan abang sendiri tidak bisa menerangkannya!

Suami: ”Betul, abang tak tahu alasannya, tetapi abang bisa buktikan bahwa abang memang sangat sayang dan cinta kepada mu;

Istri: ”Tak bisa membuktikan! Tidak! Hendaknya abang terangkan kepadaku alasannya. Teman temanku yang lain yang mempunyai suami, semuanya tau sebab dan alasannya mengapa suami mereka sayang kepada mereka, mereka bisa menerangkan mengapa mereka mencintai istri  mereka! Mereka bisa membuat puisi dan syair. Namun, abang tak bisa terangkan alasannya?

Sang suami menarik nafas panjang dan dia berkata” Baiklah! Abang mencintai kamu karena kamu cantik, mempunyai suara merdu, penyayang, dan selalu ada dalam ingatan abang. Abang juga suka akan senyummu, dan kemanapun kita melangkah, abang tetap sayang kepadamu.

Sang istri pun tersenyum dengan puas atas penjelasan suaminya tadi. Namun beberapa lama berselang, suatu hari sang istri mengalami nasib yang malang, ia menderita suatu penyakit.

Suaminya sangat bersedih hati dan menulis sepucuk surat kepada istrinya yang sangat dia sayangi dan dia cintai.

”Sayang! Jika disebabkan suaramu yang merdu aku mencintaimu… Sekarang bisakah kau bersuara? Tidak! Oleh karena itu aku tak bisa mencintaimu lagi.

Jika disebabkan kasih sayang dan ingatanmu aku mencintaimu, sekarang bisakah engkau menunjukkannya? Tidak!. Oleh karena itu aku tak bisa mencintaimu lagi.

Jika disebabkan senyumanmu aku mencintaimu… Sekarang bisakah engkau tersenyum? Tidak!. Oleh karena itu aku tak lagi bisa mencintaimu.

Sekarang bisakah engkau melangkah menyambutku dikala aku pulang menyari nafkah? Tidak! Oleh karena itu aku tak lagi mencintaimu.

Jika cinta memerlukan sebab dan alasan, seperti sekarang. Aku tidak mempunyai alasan untuk mencintaimu lagi. Adakah cinta memerlukan alasan?

Tidak! aku masih mencintaimu dulu, kini, dan selamanya dan cinta tidak perlu ada alasannya.

Kadangkala perkara tercantik dan terbaik di dunia tidak bisa dilihat, dipegang. Namun…. ia bisa dirasakan dalam hati.

itulah tadi sebuah analogi, sebuah cerita yang membuatku sadar, bahwasannya tidak semuanya bisa dijelaskan dengan kata- kata. Ia bisa datang dan pergi begitu saja. Yang terakhir… Qaddarallahu wa ma syaa’a fa’al, Allah telah menakdirkan sesuatu dan apa yang Allah kehendaki pasti terjadi..

-selesai-

ohya, ada PR nih buat dek Z, menurut Ara, bener gak sih kita itu jatuh kepada cinta? Atau seharusnya apa sih yang harus kita lakukan terhadap cinta? hayo hayo… (ara bisa gak ya jawab pertanyaan ka eL ini? hehe) dikerjain ya🙂

16 thoughts on “Kadangkala hal yang tercantik dan terbaik di dunia tidak bisa dilihat dan dipegang, namun ia bisa dirasakan di dalam hati

  1. Kurasa benar:

    Istri itu bagai ruh rumah tangga.
    Suami itu bagai tubuh rumah tangga,
    Anak-anak adalah jiwanya.

    Ya, benar juga,
    Suami itu adalah kepala rumah tangga,
    Dan Istri yg baik adalah mahkota Suami.

    Salam Kenal!

  2. kecurigaanku terbukti benar kan… lagi-lagi urusan cinta..
    cinta oh cinta dari dulu tetap sama
    deritanya tiada akhir…🙂

    emang benar cinta itu datang dan pergi begitu saja. datang tak diundang pergi tak diantar… (kaya jalangkung)

    tapi tetap ada sesuatu yang membuat kita jatuh cinta, tak peduli kita bisa menjelaskannya dengan kata-kata atau tidak.
    jauh di lubuk hati sebenarnya kita masing-masing pasti punya standar atau lebih tepatnya sentimen pribadi yang menentukan YA atau TIDAK…

    jika kau sudah pernah jatuh cinta maka kau bisa mengerti apa yang kubicarakan hehehe

    salam

    • yeah, you’re rite :-bd

      tapi ini sebenernya bukan lagi-lagi urusan cinta loh. Ini hanya sebuah analogi yang aku jelaskan kepada seseorang, bahwasannya tidak semuanya itu bisa dejelaskan dengan kata-kata.

      dan, aku menjelaskannya dengan sebuah analogi tentang cinta.

  3. so kenapa analoginya lagi-lagi tentang cinta…????
    ciee…ciee….

    padahal masih banyak analogi-analogi yang lain bukan?!
    hehehe

  4. Bang Haydar….

    jikalau istrinya (istri-istri) kelak bertanya seperti itu, apa jawaban abang?
    apakah abang akan menyodorkan artikel ini? ^^
    atau diam membisu, sebab “bahwasannya tidak semuanya bisa dijelaskan dengan kata- kata.”🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s