Rindu Jalan-Mu


Bahkan angin yang berhembus ini tak sanggup menyampaikannya. Ketenangan, masa lalu yang tak kudapatkan di masa sekarang. Akulah yang memulai maka aku pun yang menyelesaikannya.

Bukan bukan, bukan terlanjur atau apapun itu namanya. Memang, kini sudah jauh dan mungkin begitu jauh, jalan yang selama ini ku tempuh perlahan menjauh, namun bukan berarti untuk selamanya. Kini aku kembali meski takkan pernah mudah. Namun, if there’s a will there’s a way. Benar bukan?

Aku benar-benar merindukan jalan itu. Ya Rabb mudahkanlah…

اللّهمّ لا سهل إلاّ ما جعلته سهلا وأنت تجعل الحزن إذا شئت سهلا

“Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau jadikan mudah. Dan Engkau jika menghendaki maka akan menjadikan perkara yang susah itu mudah” (Ash-Shahihah: 2886)

sajak kecil tentang cinta

mencintai angin harus menjadi siut

mencintai air harus menjadi ricik

mencintai gunung harus menjadi terjal

mencintai api harus menjadi jilat

mencintai cakrawala harus menebas jarak

mencintaiMu(mu) harus menjadi aku

-SDD-

aku rindu Jalan-Mu Ya Rabb.❤

7 thoughts on “Rindu Jalan-Mu

  1. terkadang lampau itu lebih indah, sering kurindukan lampauku … menyendiri di kebunku yang tenang, menghindar dari hingar bingar… semoga segera kan kau raih…^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s